Di Luar Rumah Kelewat Pendiam
Ibu Mayke, saya lagi bingung. Kok anak saya (3) sulit sekali berinteraksi dengan teman-temannya? Kalau bertemu anak sebaya atau tetangga, dia lebih banyak diam alias tak banyak bicara. Tapi dia memerhatikan apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Begitu pun di sekolah. Dia tergolong pasif. Kalau teman-temannya menyanyi dengan riangnya, dia hanya diam. Tersenyum atau tertawa pun tidak. Gurunya sampai bertanya pada saya, kalau di rumah apakah pendiam juga? Justru kalau di rumah dia menyanyikan lagu yang diajarkan di sekolah di hadapan saya. Tapi memang kalau ketemu orang lain apa lagi yang baru dikenalnya lebih memilih diam. Kalau ditanya pun jarang sekali menjawab.
Kenapa ya Bu anak saya seperti itu? Apa yang harus saya lakukan? Apakah harus dikonsultasikan pada dokter atau psikolog? Oh ya Bu, saya dan suami bekerja. Suami bekerja di luar kota, paling tidak pulang seminggu sekali. Sedangkan saya bekerja dari pagi sampai sore atau kadang malam. Terima kasih atas penjelasannya.
Jawab:
Apakah Ibu sudah lama tinggal di daerah ini atau baru pindah? Selama Bu Sri bekerja, Ibu bisa meminta pengasuh untuk mengajak putri Ibu bermain dengan teman-teman tetangga. Apabila dia tidak mau berbicara, tidak apa-apa sebab mungkin saja dia membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman dan menjadi bagian dari teman-temannya. Untuk urusan yang satu itu, kadang kala ada anak yang membutuhkan waktu antara 3-6 bulan. Ketika anak berada bersama anak-anak lain, setidaknya dia dapat mengamati apa yang dilakukan oleh teman-temannya, apa reaksi seseorang ketika teman lain bertindak kasar. Bagaimana caranya "merayu" teman agar perselisihan dapat diselesaikan, bagaimana caranya dapat meminjam mainan dengan cara santun, dan sebagainya.
Hal lain yang perlu Ibu ketahui adalah bahwa ketika bermain, anak usia 3 tahun cenderung asyik dengan permainannya sendiri, walaupun dia ada bersama-sama dengan temannya. Mereka belum memperlihatkan keterlibatan yang aktif seperti kerja sama atau bergotong royong membuat sesuatu maupun berbagi peran ketika bermain khayal. Ada sejumlah anak yang sudah mampu melakukan hal ini, tetapi ada yang belum, sebab mereka berada dalam transisi antara tahap toddler dan prasekolah.
Kesimpulannya, Ibu tidak usah terlalu cemas, dan tetap aktif melakukan upaya membiasakan anak bergaul dengan teman-teman lain. Apabila ingin meminta bantuan psikolog (anak), tidak ada salahnya. Salam untuk Ibu Sri beserta keluarga.W




