Mual Muntah Tak Berhenti
Dokter Judi, saya (24) sedang hamil 10 minggu. Dari awal kehamilan sampai sekarang saya mengalami mual, muntah dan meludah terus-menerus, sehingga berat badan saya turun 2 kg. BB awal adalah 42 kg dengan tinggi 157 cm. Yang ingin saya tanyakan, apakah perkembangan bayi saya akan terganggu dengan kondisi saya sekarang ini? Apa yang harus saya lakukan jika makan saya selalu muntah? Berapa lama ini akan saya alami? Demikian, saya sangat mengharapkan jawaban Dokter.
Jawab:
Sebenarnya mual muntah itu adalah bagian dari pertahanan tubuh ibu dan janin dalam melindungi sang janin dari pengaruh buruk makanan atau minuman yang tidak sehat. Tubuh memberi tanda makanan atau minuman mana yang dapat diterima agar tumbuh kembang janin menjadi sehat dan optimal.
Apakah saat ini Ibu mengonsumsi multivitamin atau susu yang mengandung zat besi? Bila ya, hentikan dulu. Cukup makan makanan yang mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna dengan susu segar/fresh milk biasa. Dari penelitian terakhir ditemukan pada trimester pertama ternyata tidak diperlukan penambahan zat besi. Penambahan zat besi tidak bermanfaat, bahkan dapat memperparah keluhan mual muntah.
Perbanyak makan sayur dan buah-buahan segar, hindari makanan berlemak, goreng-gorengan atau junkfood. Jahe yang direbus, kemudian airnya diberi kelapa muda atau gula merah dapat mengurangi mual muntah. Umumnya mual muntah tersebut akan hilang pada kehamilan 4-5 bulan. Bila dengan cara alami tersebut tidak ada perbaikan, sebaiknya Ibu segera ke dokter kandungan untuk berkonsultasi.
Tubuh Ibu cukup menyediakan zat makanan dalam 5 bulan pertama bagi janin, jadi jangan terlalu khawatir. Selama Ibu masih bisa makan dan minum, pertumbuhan janin akan normal. Faktor-faktor yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin, seperti zat kimia, pestisida, insektisida, atau zat polusi lainnya wajib dihindari karena zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada janin.
Hal penting lainnya, makanlah semua yang halal dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Kemudian didiklah janin Ibu dengan segala hal yang baik dan peliharalah komunikasi yang baik dengan janin. Peran ayahnya juga harus aktif mengadakan komunikasi dengan janin. Komunikasi yang baik, makanan yang halal, dan berdoa selalu saya nasihatkan pada pasien saya. Alhamdulillah dapat meminimalkan kejadian autis dan kelainan pada ibu dan janin. Selamat mencoba.




